STTII BALI

Tahun 1983 pak Chris dan ibu mendapat sponsor untuk berlibur ke Bali. Tapi ketika berlibur di Bali beliau mengalami pengalaman2 yang kurang menyenangkan. Misalnya saja ketika pak Chris dan ibu hendak mencari dokter, tapi mereka tersesat di sebuah jalan yang sunyi. Pak Chris menjumpai sebuah rumah dengan lampu kecil di dalamnya. Kemudian pak Chris mengetuk pintu rumah itu untuk mencari tahu dimana ada dokter. Namun tidak ada jawaban. Setelah diselidiki, sadarlah pak Chris bahwa tempat itu adalah kuburan. Setelah mencari-cari akhirnya pak Chris menemukan tempat praktek dokter. Tetapi betapa kecewanya pak Chris karena ternyata itu adalah praktek dokter jiwa. Berdasarkan pengalaman2 yang kurang menyenangkan inilah, pak Chris memutuskan untuk tidak akan ke Bali lagi kecuali untuk membuka ladang pelayanan, yaitu mendirikan STII.

Tahun 1984 pak Sumbut datang ke Bali dengan beberapa teman yaitu pak Sunardi, Ibu Endang dan pak Kornelius untuk menjajagi kemungkinan dibukanya STII di Bali. Pdt. Made Tommy, gembala sidang Gepemberi menerima baik kedatangan dan niat baik mereka. Pak Tommy membantu mempromosikan STII di kalangan gereja-gereja.

Tahun 1985 dibukalah STII Bali untuk pertama kalinya, di Jl. Cokroaminoto, Ubung, Denpasar. Keterbatasan dana membuat tempat itu berfungsi ganda, sebagai tempat tinggal dosen dan tempat kuliah. Namun dengan segala keterbatasan perkuliahan berjalan dan ada 9 mahasiswa yang belajar.

Tahun 1987 STII pindah ke rumah kontrakan di jl. Ahmad Yani, Denpasar. Di tempat ini dua orang hamba Tuhan ditambahkan memperkuat staf dosen yang ada. Mereka ialah Pdt. Manuel Huwae dan Pdt. Nyoman Mandriasa.

Suatu ketika ada seorang turis Canada yang ingin melihat Sekolah Theologia di Bali. Seorang sopir taxi mengantarkan ke kampus STII Bali. Turis itu sangat terpukul karena melihat di sekolah teologia ada tempat pemujaan dari keyakinan lain. Tapi apa boleh buat sebab tempat itu hanyalah rumah kontrakan. Lalu turis itu pulang ke negaranya dan kemudian mengirimkan sejumlah dana untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung STII Bali. Dari dana tersebut didapatlah tanah, yang berlokasi di Jl Raya Dalung, br. Untal-untal, Dalung, Denpasar, yang kemudian di atasnya dibangun kampus STII.

Tahun 1989 STII pindah ke tempat baru yang Tuhan sediakan.

Tahun 1998 STII diberkati dengan terbentuknya Yayasan Iman Indonesia Perwakilan Bali. Pak Filemon Koweho menjabat sebagai ketua YII Bali periode 1998-2001, dan periode 2002-2006. Kemudian Pak Etmon Nurcahyono terpilih sebagai ketua YII Bali periode 2007-2011. Kemudian Pak Hendra Dinata terpilih menjadi ketua YII Bali periode 2012-2016.

Kelas BALI
Perkuliahan program Konseling STTII Bali diadakan di:
STTII Bali, Jalan Raya Dalung No.16, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351

Peta
: PETA LOKASI STTII BALI

Brosur: Klik disini untuk download brosur

Link Website STTII Bali : http://sttiibali.org/

Pendaftaran Online: http://bit.ly/DaftarS2Konseling

Kelas Baru dimulai: 21 Januari 2017

Program Kuliah
Program Studi Konseling STTII Bali membuka pendidikan pascasarjana program M.A. in Family Ministry yang dapat ditempuh dalam 5 semester.

Sistem Perkuliahan
Kelas Bali menggunakan sistem perkuliahan intensif (2 hari, Sabtu-Minggu dalam 1 bulan selama 5 semester).

Jam Kuliah
Sabtu, pukul 08.30-18.00
Minggu, pukul 13.00-19.00

Jadwal Kuliah
Prog. MA/Diploma Konseling STTII Bali
Semester 1 :
21-22 Jan 2017       Konseling dan Amanat Agung
23 Jan 2017             Seminar Umum
25-26 Feb 2017      Psikologi Umum
1-2 Apr 2017          Skill Konseling Dasar
29-30 Apr 2017      Psikologi Perkembangan
27-28 Mei 2017       Konseling Keluarga
17-18 Jun 2017        Konseling Pra Nikah

Dokumen Persyaratan
- Sebagai persyaratan pendaftaran, calon mahasiswa harus menyerahkan:
- Ijazah SMA atau sederajat, copy legalisir
- Ijazah S1 dan transkrip nilai, copy legalisir
- Surat rekomendasi dari 2 orang hamba Tuhan
- Surat keterangan sehat dari Dokter/Klinik/RS
- Surat keterangan catatan kepolisian (d/h SKB)
- Surat keterangan pembiayaan dari Sponsor (jika dibiayai sponsor perorangan/lembaga)
- Copy kartu identitas (KTP)